"Pembagian Zakat"

“Pembagian Zakat”

CARA MUDAH MENGHITUNG ZAKAT

لبسم الله الرحمن الرحيم

 

“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan  do’akanlah mereka, karena sesungguhnya do’amu dapat memberi ketenangan bagi mereka, dan Alloh Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui {QS At – Taubah: 103}

PEMBAGIAN ZAKAT:

  1. Zakat Fithri
  2. Zakat Maal
    1. Zakat Emas dan Perak
    2. Zakat Tabungan
    3. Zakat Perdagangan (Perniagaan)
    4. Zakat Piutang
    5. Zakat Investasi
    6. Zakat Perusahaan
    7. Zakat Surat – Surat Bank & Obligasi
    8. Zakat Peternakan

I . ZAKAT FITHRI

 

Zakat Fithri Adalah zakat yang di wajibkan karena berbuka dari bulan Ramadhan. Zakat tersebut wajib atas setiap individu muslim, kecil, besar, laki – laki, wanita, merdeka maupun budak.

Berdasarkan nash dari Ibnu Umar  رصى الله عنه :

Rasulullah صلى الله عليه و سلم mewajibkan zakat fithri satu sha’ kurma atau gandum baik atas budak, orang merdeka, laki – laki, wanita, anak kecil dan orang dewasa dari ummat Islam dan memerintahkan untuk membayarnya sebelum mereka keluar shalat (Idhul Fithri). {HR. Bukhari Muslim}

Dari Tsa’labah bin Shu’air Radiyallahu ‘anhu :

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasalam bersabda: Keluarkanlah satu sha’ burr atau qamh (gandum) untuk tiap kepala atau satu sha’ kurma atau sha’ sya’ir untuk setiap orang merdeka, budak, anak kecil, maupun orang dewasa. {HR. Imam Ahmad V/432}

 

Besarnya zakat fithri 1 Sha’. 1 sha’ adalah 4 mudd, sedangkan 1 mudd adalah setangkup kedua telapak tangan orang yang sedang, Menurut ukuran, 1 sha’ Nabi itu setara dengan 2,4 kg (1kg = 1,25 liter) atau setara dengan 3 liter jika menggunakan gandum yang baik sebagai barometer timbangan.1

Bentuknya berupa keumuman makanan pokok di daerah yang di tempati orang yang berzakat dan tidak terbatas pada jenis makanan yang disebutkan di dalam hadist – hadist. Dengan syarat dapat di simpan dan di takar. Demikian pendapat yang paling kuat dari para ulama, Insya Alloh. Berdasarkan nash hadist yaitu tepung, terigu, kurma, gandum, kismis, dan aqith (semacam keju), beras dll.2

Waktu Pembayaran Zakat menurut Jumhur ‘Ulama:

1.  Waktu wajib zakat fithri yaitu di tandai dengan tenggelamnya matahari di akhir bulan Ramadhan dan di bayarkan sebelum shalat ‘Ied.

2.  Membolehkan mendahulukan atau mempercepat pembayaran zakat fithri dari waktu wajib tersebut yaitu 1 atau 2 hari sebelumnya {atsar dari Ibnu Umar Radiyallahu ‘anhu, berdasarkan kaidah: perawi hadist lebih mengetahui makna riwayatnya}.

3.  Jika penyerahan zakat fithri setelah shalat ‘Ied maka ia hanya sedekah biasa.

Keterangan:

Bagi yang tidak berpuasa ramadhan karena uzur tertentu yang dibolehkan oleh syari’at (seperti: sakit menahun / tidak dapat disembuhkan, orang yang sudah tua, wanita yang sangat lemah, wanita yang sedang hamil, dan wanita yang sedang menyusui) mempunyai kewajiban membayar fidyah disesuaikan dengan lamanya seseorang tidak berpuasa dan standar makanannya sehari-hari atau bisa juga mengumpulkan orang-orang miskin sebanyak puasa yang di tinggalkan dan memberinya makan sampai kenyang. Dan fidyah tidak berlaku bagi orang yang mampu mengqadhanya di luar bulan ramadhan.3

 

II. ZAKAT MAAL (ZAKAT HARTA)

Zakat harta dikeluarkan jika sudah mencapai Nishab dan Haul-nya.

Makna Nishab ialah ukuran atau batas terendah yang telah ditetapkan oleh syar’i (agama) untuk menjadi pedoman menentukan kewajiban mengeluarkan zakat bagi yang memilikinya, jika telah sampai pada ukuran tersebut.4

Adapun syarat-syarat nishab ialah harta tersebut diluar kebutuhan yang harus dipenuhi oleh seseorang, seperti: makanan, pakaian, tempat tinggal, kendaraan dan alat yang dipergunakan untuk mata pencarian.

Makna Haul ialah harta yang akan dizakati telah berjalan selama satu tahun (terhitung setelah mencapai nishab dan tersimpan 1 tahun lamanya).

Adapun dalil yang menjelaskannya adalah Hadits Nabi Shalallahu ‘alaihi wasalam:

Tidak ada zakat atas harta, kecuali yang telah melampaui satu haul (satu tahun). {HR. Tirmidzi 1/123, Ibnu Majah No.1793, Abu Daud No.1573}

Dikecualikan dari hal ini, yaitu zakat pertanian dan buah-buahan, karena zakat pertanian dan buah-buahan diambil ketika panen. Demikian juga zakat harta karun (rikaz) yang diambil ketika menemukannya.

Pembagian Zakat Maal  ( Zakat Harta ) :

1. Zakat Emas / Perak

seorang muslim yang memiliki emas dan perak wajib mengeluarkan zakat bila sesuai dengan nishab dan haul. Adapun nishab emas sebesar 85 gram dan nishab perak 595 gram dan diambil darinya 2,5%.

Berdasarkan Dalil Nishab dari Ali bin Abi Thalib Radiyallahu ‘anhu , beliau berkata: Sesungguhnya Rasulullah Sahlallahu ‘alaihi wasalam bersabda: Tidak ada kewajiban atas kamu sesuatupun yaitu dalam emas – sampai memiliki 20 dinar. Jika telah memiliki 20 dinar dan telah berlalu satu haul, maka terdapat padanya (zakat) ½ dinar. Selebihnya dihitung sesuai dengan hal itu, dan tidak ada zakat pada harta kecuali setelah satu haul (1 tahun). {HR. Abu Daud No.1573 dan Al Baihaqi dalam Sunan Al Kubra 4/95}

Syarah Nishab Emas sebanyak 20 dinar (dinar Islam). Ukuran 1 dinar setara dengan 4,25 gram emas. Jadi 20 dinar setara dengan 85 gram emas murni. Diambil darinya ½ dinar dari 20 dinar yaitu setara dengan 2,5%.5

Diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib Radiallahu ‘anhu , bahwa Rasulullah  Shalallahu ‘alaihi wasalam bersabda: Aku telah memaafkan kalian (tidak mewajibkan zakat) atas kuda dan hamba sahaya. Maka tunaikanlah zakat perak; untuk setiap empat puluh dirham (zakatnya) 1 dirham. Tidak ada kewajiban zakat sedikit pun pada seratus sembilan puluh dirham. Namun jika (perak tersebut) telah mencapai dua ratus dirham, maka zakatnya adalah sebanyak lima dirham. {HR. Abu Dawud II/232 No. 1574, At  Tirmidzi III/7 No. 620, An Nasai V/37 No. 2478}

Syarat Nishab Perak sebanyak 200 dirham. Ukuran 1 dirham setara dengan 2,975 gram perak. Sehingga nishab perak menjadi 200 x 2,975 gram perak = 595 gram perak. Diambil darinya 5 dirham dari 200 dirham yaitu setara dengan 2,5%.6

Contoh:

* Emas yang tidak dipakai

Emas yang tidak dipakai atau hanya dipakai sekali setahun nishab 85 gram. Kadarnya 2,5% dihitung dari nilai emas tersebut. Misalnya, seseorang mempunyai 90 gram emas harga 1 gram = Rp. 329.000,- (sesuai dengan harga pasaran dunia) maka zakatnya adalah: 90 x Rp. 329.000 = Rp. 29.610.000 x 2,5% = Rp. 740.250,-

* Emas yang dipakai

Emas yang dipakai adalah dalam kondisi wajar atau tidak berlebihan. Bila seseorang mempunyai emas 120 gram dipakai dalam aktivitas sehari-hari  sebanyak 15 gram. Maka zakat emas yang wajib dikeluarkan adalah: 120 gram – 15 gram = 105 gram bila harga 1 gram Rp. 329.000,-, maka zakatnya: 105 gram x Rp. 329.000 x 2,5% = Rp. 863.625,-

 

Keterangan:

Perhitungan zakat perak mengikuti cara perhitungan zakat emas. Patokan harga emas murni sesuai dengan harga jual dan beli pasaran dunia saat ini (dapat lihat koran kompas, senin, 18 Januari 2010 Rp. 329.000,- harga beli dan Rp. 379.500,- harga jual).

 

2. Zakat Tabungan (Uang Simpanan)

Uang simpanan (tabungan, deposito, dll) dikenakan zakat dari jumlah saldo akhir apabila telah mencapai haul (1 tahun). Besarnya nishab senilai 85 gram emas (asumsi 1 gram emas Rp. 329.000,- nishab sebesar Rp. 27.965.000,-). Kadar zakatnya sebesar 2,5%.

* Tabungan (Uang Simpanan)

Contoh:

Jumlah saldo akhir tersimpan di tabungan atau rumah adalah Rp. 30.000.000,- telah melebihi nishab (Rp. 27.965.000,-) dan genap satu tahun (01/02/2009 – 31/01/2010).

Perhitungan:

Tahun Haul                       : 01/02/2009 – 31/01/2010

Nishab                                : Rp. 27.965.000,-

Besarnya Zakat               : Rp. 30.000.000 x 2,5% = Rp. 750.000,-

Bila seseorang memiliki beberapa tabungan maka semua buku dihitung setelah dilihat haul dan saldo akhir dari masing-masing buku.

Perhitungan:

Haul                                  : 01/02/2009 – 31/02/2010

Buku 1                              : Rp. 30.000.000,-

Buku 2                              : Rp. 10.000.000,-

Buku 3                              : Rp. 10.000.000,-

Jumlah Total                 : Rp. 50.000.000,-

Zakat                                 : Rp. 50.000.000 x 2,5% = Rp. 1.250.000,-

* Deposito

Seseorang mempunyai deposito di awal penyetoran tanggal 01/04/2009 sebesar Rp. 50.000.000,- dengan jumlah bagi hasil Rp. 300.000,- setahun. Haul wajib zakat adalah tgl 31/03/2010. Nishab sebesar Rp. 27.965.000,-. Maka setelah masa haul tiba zakat yang harus dikeluarkan sebesar 2,5% x Rp. 50.000.000,- = Rp. 1.250.000,-

Keterangan:

Bila seseorang mempunyai beberapa simpanan deposito maka seluruh jumlah simpanan deposito dijumlahkan. Bila mencapai nishab dengan masa satu tahun, kadar zakatnya sebesar 2,5% dengan perhitungan seperti menghitung zakat beberapa buku tabungan.

3. Zakat Perdagangan (Perniagaan)

Pensyariatan zakat barang dagangan masih diperselisihkan para ulama. Menurut pendapat yang mewajibkan zakat perdagangan: nishab dari zakat perdagangan, disamakan ukuran zakatnya dengan nishab dan ukuran zakat emas (berjalan 1 tahun (haul), nishab senilai 85 gram emas, kadar zakat sebesar 2,5%).7

Perhitungan:

[ (modal + untung + piutang) – (hutang + rugi + gaji pegawai) ] x 2,5% = …

Contoh:

Seorang pedagang menjumlah barang dagangannya pada akhir tahun dengan jumlah total sebesar Rp. 100.000.000,- dan laba bersih sebesar Rp. 20.000.000,- sementara itu ia memiliki piutang sebesar Rp. 50.000.000,- dan hutang sebesar Rp. 15.000.000,- maka perhitungannya sebagai berikut: [ (100 jt + 20 jt + 50 jt) – (15 jt ) ] x 2,5% = Rp. 3.875.000,-

 

4. Zakat Piutang

Jika yang meminjam seorang yang kaya, maka wajib mengeluarkan zakatnya setiap kali genap 1 haul dan mencapai nishab emas. Sebab piutang tsb sama dengan uang yang di simpan di bank.

Jika yang meminjam seorang yang tidak mampu, maka tidak wajib mengeluarkan zakatnya, berdasarkan pendapat ulama yang terpilih.8

5. Zakat Investasi

Zakat Investasi adalah zakat yang di kenakan terhadap harta yang di peroleh dari hasil investasi. Diantara bentuk usaha yang masuk investasi adalah bangunan atau kantor yang di sewakan, rumah di kontrakan, rental mobil, ruko, dll.9

6. Zakat Perusahaan

Zakat Perusahaan hampir sama dengan zakat perniagaan (perdagangan), dan investasi, bedanya dalam zakat perusahaan bersifat kolektif dengan kriteria sbb:

  1. Jika perusahaan bergerak dalam bidang usaha perdagangan maka perusahaan tsb    mengeluarkan harta sesuai dengan aturan zakat perdagangaan. Kadar zakat yang di keluarkan adalah sebesar 2,5%
  2. Jika Perusahaan tsb bergerak dalam bidang persewaan atau jasa maka zakat yang di keluarkan sesuai dengan aturan zakat investasi. Modal tidak di kenai zakat. Kadar zakatnya 2,5%
  3. Jika perusahaan tsb bergerak dalam bidang produksi (pertanian & perternakan) maka zakat yang di keluarkan sesuai dengan aturan pertanian. Mengenai hal ini insyaAlloh akan di bahas tersendiri berkaitan dengan zakat pertanian dan perternakan.

Cara Perhitungan:

1. Perusahaan Perdagangan

[ (modal + untung + piutang) – (hutang + rugi + gaji pegawai) ] x 2,5% = …

2. Perusahaan Persewaan atau jasa

[ (untung + piutang) – (hutang + rugi + gaji pegawai) ] x 2,5% = …

 

7. Zakat Surat – Surat Bank dan Obligasi

Surat bank dan obligasi adalah surat berharga untuk menanggung pinjaman tertentu ia terkena kewajiban zakat jika telah mencapai nishab yakni sebanyak 595 gram perak. Sebab, pemiliknya bisa menukarkan nilainya dengan perak pada saat itu juga.10

Demikianlah uraian singkat tentang cara mudah menghitung zakat. Semoga ini bisa menjadi ilmu yang bermanfaat dan buah amal yang akan kita petik pada hari ketika tiada berguna lagi harta dan keturunan kecuali seorang yang datang menemui Rabb-Nya dengan hati yang salim. Wallohu’alam bishshawab.11 (ABU HALIM )

KUMPULAN FATWA – FATWA PARA ULAMA LAJNAH DAIMAH

(Lembaga Ulama untuk Kajian Ilmiah dan Fatwa)

Disusun oleh:

Syaikh Ahmad bin Abdur Razaq Ad Duwaisy, Penerbit Daar Al ‘Ashimah, Riyadh KSA, cetakan I, Tahun 1419 H / 1998 M. XII / 279 – 282.12

ADAKAH ZAKAT PROFESI ?

SOAL: Berkaitan dengan pertanyaan tentang zakat gaji pegawai. Apakah zakat itu wajib ketika gaji diterima atau ketika sudah berlangsung haul (satu tahun)?

JAWAB: Bukanlah hal yang meragukan bahwa diantara jenis harta yang wajib dizakati adalah dua mata uang (emas dan perak). Dan diantara syarat wajibnya zakat pada jenis-jenis harta semacam itu ialah bila sudah sempurna mencapai haul. Atas dasar ini uang yang diperoleh dari gaji pegawai yang mencapai nishab, baik dari jumlah gaji itu sendiri ataupun dari hasil gabungan uangnya yang lain, sementara sudah memenuhi haul, maka wajib untuk dizakatkan. Zakat gaji ini tidak bisa diqiyaskan dengan zakat hasil bumi. Sebab persyaratan haul (satu tahun) tentang wajibnya zakat bagi dua mata uang (emas dan perak) merupakan persyaratan yang jelas berdasarkan nash. Apabila sudah ada nash maka tidak ada lagi qiyas. Berdasarkan itu maka tidaklah wajib zakat bagi uang dari gaji pegawai sebelum memenuhi haul. {Lajnah Daimah}

ZAKAT RUMAH DAN KENDARAAN

SOAL: Seorang lelaki memiliki beberapa buah kendaraan dan rumah yang disewakan dan uang hasil persewaan itu dipakainya untuk menutupi kebutuhan keluarga. Sebagai catatan, ia tidak pernah menyimpan uang itu genap setahun. Apakah ia wajib menyimpan uang itu genap setahun. Apakah ia wajib mengeluarkan zakatnya? Bilakah kendaraan dan rumah wajib dikeluarkan zakatnya?

JAWAB: Jika kendaraan atau rumah tersebut digunakan untuk keperluan hidup maka tidak ada kewajiban zakat atasnya. Namun jika di pergunakan untuk di komersilkan maka uang hasil kendaraan itu wajib dikeluarkan zakatnya setiap kali genap satu haul. Jika uang itu ia gunakan untuk kebutuhan rumah tangga atau untuk infaq dalam kebaikan atau kebutuhan lainya sebelum genap satu tahun maka tidak ada kewajiban atas zakat anda berdasarkan dalil-dalil umum dari Al Qur’an dan As – Sunnah yang berkenaan dengan masalah ini. {Syaikh bin Baz}

———————————————————-

1 Lihat Majaalis Syahri Ramadhan, Karya Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin, Bab Zakat hal.194, Pustaka Imam Asy-Syafi’i.

2 Lihat Majalah As-Sunnah, edisi khusus (7-8)/Tahun X/142H/2006M, Tuntunan Zakat Fitri, disusun oleh Ustadz Abu Ismail Muslim Al Atsari, hal. 79-85.

3 Lihat Shifatu Nabi fii Ramadhan, karya Syaikh Ali Hasan dan Syaikh Salim ‘Ied al-Hilali, Bab Qadh’a Shaum dan Bab Fidyah, Pustaka Imam Asy-Syafi’i.

4 Lihat Syarh al Mumti ‘Ala Zaad Al Mustaqn’. Karya Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin, 6/20.

5 Lihat Panduan Zakat, karya Syaikh as – Sayyid Sabiq hal. 43, Pustaka Ibnu Katsir.

6 Ibid, hal. 45.

7 Ibid, hal. 56-57.

8 Lihat kumpulan fatwa-fatwa ulama Lajnah Daimah di dalam Majalah As-Sunnah, hal. 31 edisi 06/Tahun VII/1424H/2003M.

9 Ibid.

10 Lihat hal. 47, pasal 3 Zakat Surat-surat dan Obligasi, karya Syaikh as-Sayyid Sabiq, Pustaka Ibnu Katsir.

11 Umar Efendi, Buletin Zakat Fithri dan Maal Yayasan Pembina Da’wah Islam Asy – Syaakiriin, Jakarta.

12 Lihat kumpulan fatwa-fatwa ulama Lajnah Daimah di dalam Majalah As-Sunnah, edisi 06/Tahun VII/1424H/2003M.