SK 7      : Memahami saling ketergantungan dalam ekosistem

KD 7.2 : Mengidentifikasi pentingnya keanekaragaman makhluk hidup dalam

pelestarian ekosistem.

Indikator :

1. Siswa mengetahui pentingnya pelestarian makhluk hidup.

2. Siswa mengetahui upaya-upaya pelestarian makhluk hidup.

Pelestarian Keanekaragaman Hayati:

In Situ

Ek Situ

CAGAR ALAM

Cagar alam (nature sanctuary) adalah suatu kawasan suaka alam karena keadaan alamnya yang mempunyai kekhasan tumbuhan, satwa, dan ekosistemnya atau ekosistem tertentu yang perlu dilindungi dan perkembangannya berlangsung secara alami.

Cagar Alam berfungsi sebagai kawasan perlindungan terhadap seluruh komponen ekosistem, baik flora, fauna, maupun habitatnya.

CA. Pulau BOKOR

CA. Laut PANANJUNG PANGANDARAN

SUAKA MARGASATWA

Suaka Margasatwa merupakan salah satu kawasan suaka alam selain Cagar Alam. Kawasan suaka margasatwa mempunyai ciri khas berupa keanekaragaman hayati atau keunikan jenis satwa yang demi kelangsungan hidupnya dapat dilakukan pembinaan terhadap habitatnya.

SM. Muara ANGKE

SM. Pulau RAMBUT

TAMAN NASIONAL 

Taman Nasional (National Park) merupakan kawasan yang dilindungi oleh pemerintah dari perkembangan manusia dan polusi. Menurut Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, Taman Nasional didefinisikan sebagai kawasan pelestarian alam yang mempunyai ekosistem asli, dikelola dengan sistem zonasi yang dimanfaatkan untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, pariwisata dan rekreasi alam.

Taman Nasional juga dilindungi oleh World Conservation Union Kategori II (IUCN;International Union for Conservation of Nature and Natural Resources). Di Indonesia terdapat 50 Taman Nasional. Bahkan 5 diantaranya dinyatakan sebagai Situs Warisan Dunia (World Heritage Sites) yaitu Taman Nasional Komodo, TN. Ujung Kulon, TN. Lorentz, TN. Gunung Leuser, TN. Kerinci Seblat, dan TN Bukit Barisan Selatan.

TN. Komodo